Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Banyak Kejanggalan, Saksi Prabowo-Hatta Protes Tingginya Suara Tidak Sah di Bali

DENPASAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 di tingkat Provinsi Bali, Jumat (18/7). Saksi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memprotes keras tingginya suara tidak sah di dua TPS di Kabupaten Gianyar, Bali.
"Di TPS-2 Desa Melinggih, Kabupaten Gianyar suara tidak sah mencapai 59 suara. Di TPS-3 ada 33 suara. Bagaimana mungkin suara tidak sah 10 persen dari jumlah pemilih. Tinggi sekali," kata saksi Prabowo-Hatta, Wiman Wibisana di  Kantor KPU Bali, Jumat (18/7).
Di TPS-2, katanya, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 531 orang. Sementara TPS-3 jumlah DPT sebanyak 526 orang.
"Kami minta hal ini dicari penyebabnya dan dicari tahu. Kami mendesak dilakukan penghitungan ulang suara," tegas Wiman.
Wiman pun mengupayakan penghitungan ulang untuk TPS yang dianggap bermasalah tersebut. "Kami sudah buat catatan dalam penetapan suara tersebut," kata kader PKS Bali itu.
Ketua KPU Bali, Dewa Wiarsa Raka Sandhi mengatakan akan meneruskan persoalan ini ke KPU pusat. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada KPU Pusat.
"Mekanismenya itu sesungguhnya ada di PPK, PPS dan KPU kabupaten dan kota. Tapi karena sudah lewat, maka kita akan bawa ke pusat. Apakah ditindaklanjuti atau tidak kita lihat keputusannya nanti," kata Raka Sandhi. (fat)

Real Count Internal: Prabowo-Hatta 51,67%, Jokowi-JK 48,33 %

JAKARTA - Hari ini kubu pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa merilis hasil real count sementara perolehan suara pemilu presiden (pilpres) 2014. Mereka mengklaim, pasangan capres nomor urut 1 memimpin dengan perolehan 51,67 persen suara.

Real count ini berdasarkan hasil penghitungan resmi di setiap TPS yang kemudian dilaporkan oleh saksi Prabowo-Hatta. Sampai pukul 18.20 WIB, laporan yang sudah masuk sekitar 60 persen.

"Sudah 82.975.065 suara yang masuk atau kurang lebih 60 persen. Pasangan nomor 1 mendapat 51,67 persen, pasangan nomor 2 48,33 persen," kata anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Taufik Ridho dalam konferensi pers di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Kamis (10/7).

Taufik menjelaskan, angka-angka tersebut akan terus berubah setiap menit seiring dengan masuknya laporan-laporan baru. Tim Prabowo-Hatta menargetkan proses real count ini akan selesai pada hari Sabtu (12/7).

Untuk saat ini, data yang sudah cukup lengkap berasal dari wilayah Sumatera dan Jawa. Sementara untuk wilayah Indonesia timur, terutama Provinsi Papua dan Papua Barat datanya masih sangat minim.

"Tapi biasanya kalau data sudah masuk 60 persen trennya sudah bisa kelihatan," ujar Taufik.

Lebih lanjut Taufik menegaskan bahwa real count dilakukan bukan untuk mempengaruhi opini publik atau sebagai intimidasi. Menurutnya, data yang dikumpulkan berfungsi sebagai pembanding dengan hasil final KPU nantinya.

"Data ini untuk acuan bagi internal jika nanti terjadi sesuatu. Kita juga akan terus melakukan real count untuk penghitungan di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten kota dan seterusnya," pungkas Sekjen PKS ini. (dil/jpnn)

Sudah 16 Lembaga Survei Menangkan Prabowo-Hatta

Jakarta - Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diprediksi akan memenangkan Pilpres 2014, hal itu berdasarkan hasil survei elektabilitas Calon Presiden di 16 lembaga survei di Indonesia. 
 
Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, Minggu (6/7/2014). 16 lembaga survei yang menggelar survei elektabilitas pasangan Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di seluruh Indonesia ialah, Indonesia Network Elections Survey (INES), Pusat Data Bersatu (PDB), Institut Survei Indonesia (ISI), The Institute Indonesian Development Monitoring (IDM).
 
Selain itu, Lembaga Survei dari Political Communication Institute (Polcomm), Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Lembaga Survei Nasional (LSN), Media Survei Nasional (Median), Evello, Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB), Indonesia Research Center (IRC), Forum Indonesia Maju (Forima), Vox Populi Survey, Rectoverso Institute, dan Oranye Survei Indonesia (OSI).
 
Pada tanggal 1 juli 2014, Pusat Data Bersatu (PDB) melakukan survei dan hasilnya pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 40,6%, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 32,2%.
 
Dan Institut Survei Indonesia (ISI) menggelar survei dan hasilnya pasangan Prabowo-Hatta 52,55% dan Jokowi-Jusuf Kalla hanya 47,45%.
 
Tanggal 2 Juli 2014, Indonesia Network Elections Survey (INES) melakukan survey dan hasilnya, pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 54,3%, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 37,6%.
 
Selain itu, The Institute Indonesian Development Monitoring (IDM) menggelar survei pada tanggal 30 Juni 2014 dan hasilnya pasangan Prabowo-Hatta 48,4%, dan Jokowi-Jusuf Kalla 34,7%.
 
Dan pada tanggal 27 juni 2014, Political Communication Institute (Polcomm) menggelar survei dan pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 46,8%, sedangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla 45,3%.
 
Lembaga Survei Jakarta (LSJ) pada tanggal 27 Juni 2014, menggelar survei dan hasilnya Prabowo-Hatta 47,5% dan Jokowi-Jusuf Kalla 41,3%. Per 27 juni, Prabowo-Hatta 43,68% dan Jokowi-Jusuf Kalla 40,83%, hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).
 
Dan per 26 juni 2014, Prabowo-Hatta 46,6% dan Jokowi-Jusuf Kalla 39,9%, hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN). Per 26 juni, Prabowo-Hatta 46,2% dan Jokowi-JK 44,3% dari survei Media Survei Nasional (Median). Per 23 juni, Prabowo-Hatta 50,85% dan Jokowi-Jusuf Kalla 49,15% hasil survei Evello.
 
Sedangkan per 23 juni, Prabowo-Hatta 47% dan Jokowi-Jusuf Kalla 42%, hasil survei Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB). Per 20 juni, Prabowo-Hatta 47,5% dan Jokowi-Jusuf Kalla 43%, hasil Indonesia Research Center (IRC).
 
Pada tanggal 17 juni 2014, Forum Indonesia Maju (Forima) menggelar survei dan hasilnya Prabowo-Hatta 45,7% sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 41,4%. Per 15 juni, Prabowo-Hatta 52,8% dan Jokowi-Jusuf Kalla 37,7% dari hasi survei Vox Populi Survey.
 
Rectoverso Institute menggelar survei di wilayah Jawa Barat pada tanggal 14 Juni 2014, dan hasil Prabowo-Hatta 55,64% dan Jokowi-Jusuf Kalla 38,72%. Dan Oranye Survei Indonesia (OSI) menggelar survei di Jawa Timur per 2 juni, dan hasilnya Prabowo-Hatta 39,04%, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 32,32%.
 
(teb)
Sumber: http://pemilu.okezone.com

Media Center Solid, Popularitas Prabowo-Hatta Naik di Medsos

Jakarta - Popularitas capres no satu Prabowo-Hatta sudah bisa mengalahkan Jokowi-JK di media sosial menurut situs Evello.co.id. Naiknya popularitas Prabowo-Hatta dikarenakan solidnya media center dan tim online milik mereka.

Berdasarkan hasil survei yang berlangsung pada tanggal 1 – 23 Juni 2014, share index Prabowo – Hatta di media online unggul 50,85% melawan Jokowi-JK 49,15%, di media sosial Facebook share index Prabowo – Hatta unggul 51,71% melawan Jokowi-JK 48,29%. Begitu juga di Twitter, share index Pasangan Prabowo -Hatta unggul 59,69% melawan Jokowi-JK 40,31%.

“Penyebab utamanya adalah tim media center dan online Prabowo-Hatta yang bekerja lebih all out. Mereka mampu mensosialisasikan program Prabowo-Hatta dalam bahasa yang lugas dan sederhana serta melakukan counter attack terhadap serangan negatif,” ujar Pengamat Politik Universitas Indonesia, Agung Suprio, dalam keterangannya, Sabtu (28/6/2014).

Agung menyatakan bahwa Prabowo–Hatta yang sebelumnya dianggap underdog kini telah mengalami kenaikan mengungguli Jokowi-JK di media on line, facebook, dan twitter sesuai suvey Evello. Para relawan di media sosial pendukung Prabowo-Hatta dimudahkan gerakannya karena hanya mengulang konten dari tim media center dan online Prabowo-Hatta. 

"Tim ini juga mampu menampilkan sosok Hatta menjadi populer sehingga menambah elektabilitas Prabowo. Boleh dikatakan bahwa kubu Prabowo-Hatta terorganisasi dengan baik dengan pusat komandonya tim media center dan online. Ibarat sebuah perang, Prabowo-Hatta mempunyai divisi online dan tim media center yang handal,” tutur Agung.

Kepala Polonia Media Center, Ariseno Ridhwan menyatakan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas hasil survei yang menyatakan bahwa popularitas Prabowo - Hatta terus naik menjelang Pemilu. 

“Tentunya kami menyambut dengan baik hasil-hasil survei tersebut. Namun hal ini tidak membuat kami berpuas diri, kami akan terus bekerja keras demi terwujudnya kemenangan Prabowo – Hatta pada Pemilihan Presiden, 9 Juli mendatang,” tandasnya. (detik)

Ini Peta Kekuatan Terkini Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK

JAKARTA -- Prabowo Subianto-Hatta Rajasa disebut mengungguli Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Pulau Jawa. Kecuali Jawa tengah dan Jawa Timur, pasangan yang diusung koalisi itu Merah Putih itu memimpin.
"Hanya di Jateng dan sedikit di Jatim, Jokowi unggul. Sisanya, Jabar, Banten, dan DKI, Prabowo memimpin,” kata peneliti Indonesia Research Centre (IRC) Natalia Christanto, Kamis (3/7).
Di Jawa Barat, katanya, dukungan untuk Prabowo mencapai 60 persen. Sementara Jokowi-JK 30 persen. Di Banten, capres-cawapres nomor urut satu itu mendapat 50 persen, sedangkan nomor urut dua, setengahnya.
Begitu pula di Jakarta yang sebelumnya dianggap sebagai basis pendukung Jokowi. Di ibu kota, suara Jokowi kalah dari Prabowo dengan selisih sekitar 12 persen. Perolehan Prabowo di Jakarta hampir 50 persen. 
Ia menjelaskan, keunggulan Jokowi terjadi di Jawa Tengah yang dikenal sebagai 'kandang banteng'. "Di Jateng suara untuk Jokowi mencapai 60 persen, sementara Prabowo kurang dari 30 persen," lanjut Natalia. 
Natalia mengatakan hal tersebut belum mengitung faktor dukungan mantan wakil gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih yang baru saja menyatakan dukungan resminya. Dikatakan, bukan tak mungkin masuknya Rustri akan mengubah peta dukungan di Jawa Tengah.
"Rustri dikenal memiliki basis massa yang cinta dengan kepemimpinannya. Dukungannya akan memberikan pengaruh cukup besar untuk pemilih Prabowo di Jateng," kata Natalia.  
Di Jawa Timur yang merupakan basis partai pengusung Jokowi-JK, yaitu PKB, ujarnya, Jokowi memimpin dengan selisih sekitar lima persen suara. Diperkirakan, selisih itu berkat dukungan Gubernur Soekarwo kepada Prabowo-Hatta.
Selain itu, katanya, Jokowi-JK juga dianggap kurang memaksimalkan peran parpol. "Mereka hanya mengandalkan relawan yang tidak mengakar," lanjut Natalia. 
Berdasarkan temuan IRC, ujarnya, hanya PDI Perjuangan yang bekerja maksimal untuk mendukung Jokowi-JK. Sisanya mengalami perpecahan dukungan. Bahkan ada yang lebih banyak mendukung Prabowo-Hatta. 
IRC merilis elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai sebesar 47,5 persen. Sementara Jokowi-JK mencapai 43 persen.
Survei itu dilakukan dengan jumlah sampel valid 1.200 responden dan tingkat kepercayaan 95 persen. Ambang batas kesalahan survei tersebut sebesar 2,8 persen. Dengan penarikan sampel dilakukan secara acak bertingkat (multistage random sampling). *(republika)

Kader PKS Membeku di 10 Kota di Indonesia

Jakarta - Seribu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membekukan diri di 10 kota di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pengembangan Umat (BPU) Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), Ahmad Zainuddin di Jakarta, Kamis (3/7).
"Aksi ini bagian dari rangkaian Ansyitoh Ramadhan PKS dan dilakukan serentak di 10 kota di Indonesia dengan per titik terdiri dari 100 kader," ungkapnya.
Zainuddin mengungkapkan bahwa pesan dari aksi ini adalah mengajak rakyat Indonesia untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. "Masyarakat jangan sampai membeku atau terdiam santai sehingga tidak bisa memanfaatkan Ramadhan yang terus berjalan ini," ujarnya.
Selain itu, menurut anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS ini, pesan lain yang ingin disampaikan adalah agar masyarakat berhati-hati dalam menentukan pilihannya pada pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli mendatang.
"Dengan momentum pilpres yang semakin dekat, masyarakat muslim harus bisa memilih pemimpin dengan cermat, lihatlah siapa calon presiden yang paling dekat dengan umat, dan lihat orang disekelilingnya apakah dekat dengan umat Islam atau tidak," ujarnya.
Di DKI Jakarta aksi ini digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Sedangkan 9 kota lainnya yaitu di Solo, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Batam, Padang, Medan dan Bandung.
Sedangkan dii Jateng aksi ini diadakan di Bundaran Gladak (patung Slamet Riyadi) Solo dan Jalan Pahlawan Semarang, Medan di Bunderan Majestik, Yogyakarta di titik nol kilometer dan Jatim di Kebun Binatang Surabaya.
"Untuk Batam kami mengadakan di Mega Legenda, Medan di Simpang Raya Ramadhan Fair dan Lampung di Bundaran Gajah Bandar Lampung," pungkasnya.

Anis Matta : Politik Itu Soal Peran, Bukan Posisi!


Bandung (1/7) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menghadiri Deklarasi Histeria Pemuda Indonesia Mendukung Prabowo-Hatta di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung pada Selasa (1/7). Deklarasi ini dihadiri oleh ribuan pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia.
Masyarakat Indonesia, menurut Anis Matta, tidak hanya sekedar mencari sosok untuk menjadi Presiden, tetapi sedang mencari pundak yang paling kuat untuk menanggung beban 250 juta lebih masyarakat Indonesia.
Dalam deklarasi yang diprakarsai oleh Gen Anis Matta Pemimpin Muda (Gen AMPM) seluruh Indonesia, Anis Matta menyampaikan PKS sebagai salah satu partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) sedang menunaikan kebersinambungan peran dan amal.
“Cita-cita PKS tidak bisa berhenti pada Pemilihan Legislatif (Pileg), melainkan masih ada cita-cita yang memerlukan kawan yang solid dalam mewujudkannya. Lewat lokomotif bernama Koalisi Merah Putih, PKS bersiap memainkan peran dan amal yang terbaik,” kata Anis Matta.
“Ini soal peran, bukan posisi! Ini soal amal, bukan nama! Karena dalam politik, yang mencari posisi akan kehilangan posisi, yang mencari nama akan kehilangan nama. Yang bertahan adalah yang paling banyak berperan dan beramal,” lanjutnya disambut riuh tepuk tangan peserta deklarasi. (pks.or.id)

PKS Menyesali Santri Menjadi Alat Politisasi

Jakarta (1/7) - Sekitar 20 pemuda, remaja, dan anak-anak yang mengaku berasal dari Jaringan Nasional Santri Indonesia Berdaulat mendatangi Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tepat saat pengurus PKS sedang melaksanakan Sholat Ashar pada Rabu (1/7).
Dengan menggunakan satu kendaraan bak terbuka sebagai pengangkut pengeras suara, pemimpin rombongan langsung berorasi begitu sampai dan mengindahkan ajakan untuk sholat ashar terlebih dulu sebelum berdemo.
Dalam keterangan tertulisnya, kelompok pendemo memprotes isi akun twitter Fahri Hamzah (@Fahrihamzah) yang dinilai menghina Jokowi dan pendukungnya. Mereka menuntut Fahri Hamzah dipecat oleh PKS dan menangkap serta mengadilinya karena telah menghina Joko Widodo sebagai calon presiden Republik Indonesia. Dalam pernyataan tertulis tanpa kop maupun alamat kantor tersebut, tercantum nama Firman Abdu Hakim sebagai Presidium Nasional.
Sekretaris Bidang Hubungan Masyarakat DPP PKS Dedi Supriadi menilai demo tersebut sebagai bumbu persaingan Pemilihan Umum Presiden. “Ini bagian dari persaingan capres saja. Mereka tak bersedia berdialog, bahkan ajakan untuk sholat ashar sebelum berdemo juga tidak ditanggapi,” ujar Dedi.
Dedi menyesalkan para pendemo tidak mengetahui persoalan apa yang mereka tuntut. “Yang hadir cuma sedikit, bahkan ada banyak anak-anak yang hadir. Mereka terlihat sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan orang yang berorasi,” tutur Dedi.
Dedi menyayangkan bila ada pihak-pihak yang mempolitisir santri dan pondok pesantren untuk kepentingan membela capres tertentu. Dia juga melihat dalam demo tersebut terlihat upaya mengatasnamakan santri, padahal ketika ditanyakan peserta bukanlah siswa pesantren.

Prabowo Memiliki Hubungan Khusus dengan Masyarkat Bali

Kampanye terbuka pasangan calon presiden nomor urut 1 digelar di Lapangan Lumintang Denpasar pada Sabtu (28/6). Panasnya matahari Bali tak membuat ribuan masyarakat Bali yang mendukung Prabowo untuk menunggu berjam-jam di tengah lapangan menanti kedatangan Prabowo.
Capres nomor urut 1, Prabowo Subianto menggelar kampanye akbar di Lapangan Lumintang, Denpasar. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Prabowo mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Bali. Katanya, pada Pemilu 1955, Bali telah mengantarkan ayahnya Soemitro Djojohadikusumo sebagai anggota DPR RI.
"Saya merasa ada hubungan khusus dengan Bali. Pada Pemilu 1955, ayah saya Soemitro dipilih dari Bali. Padahal beliau dari Jawa dan Islam yang dipilih oleh warga Bali yang mayoritas beragama Hindu," kata Prabowo dalam orasi politiknya, Sabtu 28 Juni 2014.
Menurutnya, hal itu patut ia sampaikan untuk memetik pelajaran berharga dari kisah perjalanan hidup ayahnya. "Ini pelajaran besar. Bangsa kita bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Kita boleh berbeda berasal dari mana-mana, tapi hati dan jiwa kita satu, kehendak kita satu. Satu bangsa, satu nusa, satu keinginan untuk Indonesia bangkit pada 9 juli mendatang," tegas Prabowo.
Saat kampanye terbuka di Lapangan Luminang Denpasar, capres yang banyak mendapat dukungan tokoh berbagai agama ini, biasanya selalu memakai peci hitam saat kampanye maupun debat, kali ini Prabowo lebih memilih menggunakan udeng, penutup kepala khas Bali sebagai penghormatan dan melestarikan budaya Bali.
Prabowo tiba dilokasi pukul 16.30 Wita dan terlihat mengenakan kemeja putih, celana panjang coklat. Masyarakat Bali sejak pukul 13.00 wita sudah berkumpul di lapangan. Dengan sabar dan penuh semangat masyarakat Bali menunggu Prabowo. Meski terik menyengat terlihat massa masih di tengah lapangan, terlihat kader dan simpatan PKS Bali memenuhi lapangan dengan masyarakat Bali.

Sementara itu, mantan istri Prabowo, Titiek Soeharto, juga terlihat di lokasi kampanye. Selain Titiek hadir pula petinggi partai koalisi merah putih , Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Tjijip Soetardjo, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, dan Dewan Pakar Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Theo L Sambuaga.
 
Manage by : Admin PKS Bali Copyright © 2013. Website Resmi PKS Bali - All Rights Reserved
Supported by Tepat Media Proudly powered by Blogger