Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Ma’mur Hasanudin, Pejuang Petani dan Nelayan Itu Wafat


JAKARTA (6/4) - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Senin, 6 April 2015 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kehilangan salah satu kader terbaiknya, Ketua Bidang Wilayah Daerah Banten dan Jawa Barat (Wilda Banjabar) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Ma’mur Hasanudin. 

Pria yang akrab disapa Ustadz Ma’mur tersebut meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Wilda Banjabar, Ustadz Ma’mur juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS.

“Seluruh Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKS berduka cita atas wafatnya kader terbaik kami, H. Ma’mur Hasanudin (DPR 2014-2019). Mohon doa saudara-saudaraku semua,” tulis Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini melalui akun twitternya @JazuliJuwaini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta, Almarhum Ustadz Ma’mur dishalatkan di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kampung Pasircabe, Subang, Jawa Barat. 

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat Ustadz Ma’mur Hasanudin pukul 10.30. Insya Allah akan disholatkan di Masjid Al Amin, Komplek DPR pukul 14.00,” jelas akun twitter @hadimulyadi68 yang merupakan milik Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Hadi Mulyadi.

Sejumlah tokoh maupun dewan pengurus PKS, baik pusat, wilayah, hingga daerah, melakukan takziah ke kediaman Ustadz Ma’mur di Komplek DPR RI, Kalibata. Beberapa diantaranya menyampaikan bela sungkawa melalui akun media sosial. 

“Semoga Allah luaskan kuburnya, diterima seluruh ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya dan dimasukkan ke surga-Nya, dan keluarga besar diberikan kesabaran. Aamiin… Ustadz Ma’mur Hasanudin guru dan sahabat yang luar biasa. Saya sangat kehilangan,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI dalam akun Facebook-nya, Yudi Widiana Adia.  

Ma’mur Hasanudin lahir di Tasikmalaya, 19 Desember 1959. Direktur World Assembly of Moslem Youth (WAMY) untuk Indonesia periode 1992-2004 itu merupakan legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II, meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Selama menjadi Anggota DPR RI (2009-2015), Ustadz Ma’mur diamanahkan pada komisi yang membidangi masalah pertanian dan kelautan. 

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Shiddiq, Almarhum yang meninggalkan seorang isteri, Anni Rosyidah, dan 7 orang anak tersebut, dikenal sebagai anggota dewan yang kritis dan banyak memberikan kontribusi bagi Kementerian Pertanian dan Kelautan.

“Beliau juga banyak membantu masyarakat di daerah pemilihannya dan di luar daerah pemilihannya, khususnya petani dan nelayan. Indonesia akan merindukan sosok seperti Almarhum H. Ma’mur Hasanudin,” kata Mahfudz melalui siaran persnya, Senin (6/4).

Selamat jalan Ustadz Ma’mur. Semoga segala amal ibadah dan perjuangan dakwah Almarhum diterima dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.

Amankan Perayaan Nyepi, Sejumlah Kader PKS Bali Jadi Pecalang

Foto H. Mudjiono (dua dari kanan) saat menjadi Pecalang pada Nyepi 21 Maret 2015.
 Dalam momentum Hari Nyepi tahun Caka 1937 yang  bertepatan pada Sabtu 21 Maret 2015 kemarin, sejumlah Kader PKS di Bali turut terjun menjadi Pecalang (petugas keamanan Adat Bali). Kader PKS Bali turut menjaga lingkungan agar umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan khidmat.

Di antaranya ada Ketua DPW PKS Bali, H. Mudjiono. Ia bertugas untuk berjaga di Wilayah Kota Denpasar terutama di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu ada juga kader dan juga Ketua DPC PKS Kuta Selatan, Reza, yang berbaur bersama Pecalang di Mumbul, Nusa Dua untuk mengamankan lingkungan selama Hari Raya Nyepi. Beberapa kader di wilayah lain juga menjalankan hal yang sama, membaur dengan warga dan turut serta mengamankan lingkungan yang kondusif dalam pelaksanaan Hari Nyepi dari tahun ke tahun.

"Hari Nyepi merupakan momentum kita semua, termasuk umat Muslim untuk menjaga Harmoni Bali. Moment ini sebagai bukti bahwa kita menghormati dan bertoleransi untuk menjaga kedamaian Bali", ujar H. Mudjiono saat bersama Pecalang Banjar Taman Sari Sesetan, Denpasar.

Disamping itu, dalam laman media sosial miliknya, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Bali, Agus Yulianto juga menyampaikan bahwa sudah seharusnya Umat Islam di Bali terlibat aktif dalam menjaga keamanan pelaksanaan Hari Raya Nyepi, sebab selama ini pelaksanaan Ibadah Hari Raya Umat Islam di Bali juga diamankan oleh Pecalang Adat Bali.

 Catur Brata Penyepian merupakan empat pantangan Umat Hindu saat Nyepi, yaitu Amati Geni (tiada menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan). Nyepi sendiri merupakan salah satu Hari Raya atau Hari Suci Umat Hindu yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Waktunya bersamaan dengan pergantian tahun Saka setiap tanggal 1 bulan Waisaka tahun Saka atau tahun Baru Saka.(fat)

Reza (tiga dari kiri) saat menjadi Pecalang pada Nyepi 21 Maret 2015

Pejuang Kemanusiaan dan Kader Terbaik PKS Bali telah Berpulang


PKS kembali kehilangan kader terbaiknya di Bali. Dalam usia yang masih muda, Yudatama Adwin Nugraha menghembuskan nafas terakhir di usia 33 tahun tepat  pada Jum'at 20 Maret 2015 pukul 15.18 WITA . Selesai mengisi dari kajian pekanan tiba-tiba Yuda tak enak badan dan hingga akhirnya pada Kamis (19/3) dini hari dirujuk ke ICU Jantung RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Sanglah Denpasar,  Bali. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Islam Kampung Jawa, Denpasar pada Jum'at (20/3).

"Sejak kecil kami tahu, Yuda adalah anak yang baik. Anak ini adalah Rijalun sholeh (pemuda sholeh), masa hidupnya disibukkan dengan kegiatan dakwah keislaman dan berkontribusi untuk masyarakat" cerita Oktan Hidayat,  Ketua DPP PKS Wilayah Bali Nusra saat memberikan sambutan perwakilan dari keluarga almarhum di pemakaman Kampung Jawa, Denpasar.
Yuda dikenal dengan sosok pribadi yang ramah dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. ia merupakan aktifis sosial kemanusiaan.  Banyak kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat meski usia masih muda. Salah satunya adalah merintis klinik kesehatan gratis untuk masyarakat di Bali, LKM (Layanan Kesehatan Masyarakat), dengan kerja kerasnya hingga terbentuklah Rumah Sehat Madani (RSM) yang melayani lebih dari sepuluh ribu penerima manfaat tiap tahunnya. 
Tidak hanya kiprahnya dalam bidang kesehatan, bersama rekan-rekannya, Suami dari  Aulia Safira ini merupakan salah satu perintis dan pembina Muallaf Foundation, sebuah lembaga pembinaan muallaf di Bali. Di masa kuliahnya, Bapak yang meninggalkan dua anak lelaki ini merupakan Pendiri Moslem Science Community (MSC) Universitas Udayana pada tahun 2002. Almarhum juga pernah menjadi kepala Depatemen Pembinaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Udayana. 
Di tahun 2014 saat Pemilihan Umum Legislatif, almarhum Yudatama diamahkan oleh partai sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Denpasar daerah pilihan  Denpasar Barat 1, meski tak lolos, pemilu atau pun tidak pemilu, pemuda  yang baru saja menjalankan bisnis Apotek ini terus berkontribusi untuk masyarakat seperti biasanya.
"Allah telah memanggil salah seorang pengurus dan pengajar terbaik Muallaf Foundation Bali, dedikasi dan pengorbanan serta ketulusan yang tiada tara. Sejak masih kuliah hingga menikah tiada berkurang kecintaannya kepada keluarga besar Muallaffoundation Bali. Rasa cinta yang begitu besar mengalahkan rasa sakit yang di deritanya. Kami menjadi saksi bahwa ustadz Yudatama an adalah salah seorang mujahid dakwah di pulau Bali ini." tulis status resmi Muallaf Foundation di akun facebook resminya.
"Tercapai juga apa yg snantiasa kau inginkan ..dan kau lantunkan setiap hari...saudaraku.....waamitna 'ala syahadati fi sabilillik, innaka ni'mal maula wa ni'mannashir..." kenang salah satu sahabat baiknya, Ichwan Aribowo, dalam komentar kabar duka di Facebook.

Rekrut Tenaga Ahli Secara Terbuka, Fraksi PKS Pastikan Tidak Ada KKN

Jakarta (2/3) - Rekrutmen Tenaga Ahli Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI memasuki test tertulis gelombang kedua, Senin (2/3).
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, peserta yang diseleksi oleh Fraksi PKS dijalankan secara profesional dan dipastikan tidak ada Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Oleh karena itu, lanjut Ketua DPP PKS ini, Fraksi PKS menggandeng lembaga profesional di bidang sumber daya manusia (SDM) untuk menyiapkan serangkaian tes, termasuk tes tertulis yang dilakukan Senin (23/2) lalu dan hari ini, Senin (2/3), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Rencananya untuk tes tertulis akan dilaksanakan dalam empat gelombang.
"Tidak ada KKN. Kami serius dan profesional dalam merekrut tenaga ahli agar benar-benar mendapatkan putra-putri bangsa yang kompeten untuk mewujudkan visi Fraksi PKS 'Terdepan Dalam Reformasi Parlemen'. Fraksi PKS akan memilih yang terbaik dan objektif berdasarkan hasil tes," ujar legislator asal Banten ini.
Jazuli menyampaikan, bahwa sampai dengan ditutupnya pendaftatan online welalui www.pks.or.id tercatat ada 1.200 pelamar dengan komposisi ratusan Sarjana (S1) dan Magister (S2) serta puluhan Doktor/Kandidat Doktor (S3).
"Sebagai Ketua Fraksi, tentu saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta. Animonya luar biasa untuk ikut mendukung parlemen yang lebih profesional," pungkas Jazuli. (dpp)

Hasil Election Update ke-8, PKS Fokus Pilkada dan Rekrutmen Nasional



Jakarta (18/2) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Election Update ke-8 selama dua hari, Rabu-Kamis (18-19/2/2015) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Acara yang bertajuk "Konsolidasi Partai untuk Sukses Pilkada 2015 dan Rekrutmen Kader" ini, dihadiri oleh perwakilan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu-Pemilukada (BP3) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Syahfan Badri Sampurno, di sela-sela acara mengatakan, tema ini diambil karena PKS sedang fokus menyambut Pilkada 2015 dan juga program rekruetmen.
"Memang tahun ini kita ambil fokus kegiatan pada dua hal itu. Fokus pada Pilkada dan rekrutmen kader," kata Syahfan.
Syahfan menambahkan, PKS menargetkan kader-kadernya masuk dalam bursa calon kepala daerah di Pilkada yang akan dimulai pada Desember 2015 mendatang. "Kami menargetkan kader-kader terbaik PKS masuk sebagai calon kepala daerah pada Pilkada 2015," jelas Syahfan.
Selain itu, lanjut Syahfan, kegiatan yang digelar rutin oleh PKS ini juga sebagai ajang konsolidasi seluruh struktur PKS se-Indonesia. "Juga targetnya sebagai ajang konsolidasi untuk menyukseskan program rekruetmen kader nasional," ungkapnya.
Acara ini dibuka oleh Ketua Majelis Syuro PKS KH Hilmi Aminuddin. Selain itu, Presiden PKS Anis Matta juga dijadwalkan akan memberi arahan kepada peserta Election Update ke-8 ini.

Turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Taufik Ridlo, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, dan seluruh jajaran pengurus DPP PKS. (pks.or.id)

Pemerintah Diharap Kaji Ulang Besaran Biaya Penerbangan Haji

JAKARTA (28/1) - Komisi VIII DPR RI berharap pemerintah dapat mengkaji kembali besaran komponen biaya penerbangan haji. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah dalam rapat kerja gabungan dengan Menteri  Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perhubungan, Selasa (27/1).
“Selama ini Komponen terbesar BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) adalah untuk pembiayaan pesawat atau penerbangan haji yang termasuk direct cost. Saya berharap agar Bapak Menhub dapat memberi masukan terkait perhitungan biaya penerbangan haji secara lebih cermat untuk komponen-komponen yang paling dominan. Hingga akhirnya kita bersama-sama bisa menurunkan BPIH tahun ini,” papar Ledia.
Ditambahkannya, selain meningkatkan koordinasi antar kementerian terkait, yakni Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan untuk mengkaji kembali besaran komponen biaya penerbangan haji, Komisi VIII juga berharap agar Kementerian Agama dapat meningkatkan negosiasi atau lobi kepada Pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan pelayanan penerbangan haji kepada jemaah haji Indonesia.
Bahkan, Komisi VIII juga berharap agar pemerintah meninjau ulang dan memperbaiki MoU (Memorandum of Understanding) penerbangan haji untuk meningkatkan pelayanan jemaah haji pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2016 mendatang.
Sumber: http://www.dpr.go.id

Fraksi PKS DPR RI Dukung Pemenuhan Hak-Hak Pegawai Merpati

Jakarta (22/1) – Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) VI Fraksi PKS DPR RI, Refrizal, menegaskan bahwa sejak dulu Fraksi PKS DPR RI mendukung pemenuhan hak-hak pegawai Merpati. Demikian disampaikan Refizal ketika menerima audiensi Forum Pegawai Merpati (FPM) di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
“Kami mendukung pemenuhan hak-hak pegawai Merpati. Hal terpenting adalah memastikan hak-hak pegawai dipenuhi secara tuntas,” tegas Refizal.
Pada kesempatan ini, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Chairul Anwar, menyarankan agar FPM beraudiensi dengan seluruh fraksi yang ada di DPR.
“Saya sarankan agar FPM beraudiensi dengan seluruh fraksi yang ada di DPR. Persoalan ketenagakerjaan biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyelesaiannya, untuk itu saya harap teman-teman FPM tetap semangat dalam memperjuangkan proses ini,” kata Chairul.
Heri Wardana selaku Dewan Pakar FPM mengungkapkan bahwa sampai saat ini Kementerian BUMN belum menjalankan butir-butir hasil keputusan pada Panja Merpati bulan Juli 2014 lalu.
“Salah satu keputusan penting yang disimpulkan pada Panja Merpati pada Juli 2014 lalu adalah mengganti Direksi, tapi sampai saat ini keputusan ini sama sekali tidak dijalankan. Bahkan 1.400 pegawai Merpati tetap tidak jelas statusnya, kami sudah 14 bulan tidak menerima gaji,” ungkap Heri
Persoalan Merpati menjadi berlarut-larut karena tidak adanya ketegasan dan keberpihakan dari Pemerintah kepada BUMN penerbangan perintis ini. Terpuruknya kondisi Merpati karena kebijakan yang salah dari Kementerian BUMN, manajemen yang tidak kapabel, dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh direksi.
Sejak bulan Februari 2014 Merpati Nusantara tidak beroperasi, Dengan jumlah pegawai yang mencapai 1.400 orang bila Pemerintah memutuskan untuk menutup Merpati, hak-hak pegawai yang harus dibayarkan per Desember 2014 adalah sebesar Rp1.425,8 miliar dengan rincian sebesar Rp485,5 miliar untuk gaji dan Rp967,3 miliar untuk pesangon.

Profil Anggota Legislatif PKS di Bali #1 : Nuh Fatah, SH

Bernama lengkap Muhamad Nuh Fatah ,  pria yang murah senyum  ini kelahiran Denpasar  44 tahun ini dulunya adalah seorang aktifis kampus di Universitas Gajah Mada. Dia aktif di Badan Perwakilan Mahasiswa sebagai ketua I dan juga aktivis di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai ketua III  menjadikan pria ini sudah terbiasa di dunia pergerakan kampus. Lulus sebagai sarjana hukum  dari jurusan Hukum dan Tata Negara pada tahun 1995 dan memutuskan kembali pulang ke kampung halaman di Kampung Bugis, Denpasar, Bali pada tahun 2000.
Nuh Fatah Menikah dengan seorang perempuan bernama Arini dan dikarunia empat orang putra.  Di tengah keluarga yang rukun, tenang, dan penuh dengan cinta ia tak mengira dan tak pernah bercita-cita menjadi seorang politikus serta anggota dewan. Pria yang kharismatik ini lebih memilih mengabdi kepada masyarakat semenjak pelang di Bali. Dia meneruskan perjungan Ayah tercinta untuk membantu menyediakan pemakaman muslim di kampung Bugis.
Dengan latar belakang dan kiprahnya di masyarakat, dia sadar akan banyaknya permasalahn yang tak belum bisa terselesaikan. Banyak hak-hak rakyat yang terabaikan terutama di kota denpasar. Jiwa aktifisnya tak pernah pada untuk memperjuangkan masyarakat. Mungkin sudah Tuhan takdirkan, akhirnya dia bertemu dengan PKS dan berjuang bersama melalui panggung demokrasi pemilihan DPRD Kota Denpasar.  Maju sebagai caleg no. urut dari daerah pemilihan  1 Denpasar Selatan, Nuh Fatah percaya diri dengan bekal kepercayaan masyarakat ia bisa lolos. Dan memang, suara rakyat adalah suara Tuhan, Nuh Fatah dimanahkan mandate oleh rakyat menjadi wakilnya di parlemen kota Denpasar.
Ditanya tentang kesan dan pesan saat dilantik dan menjadi anggota DPRD, Nuh Fatah menjelaskan bahwa dirinya memasuki dunia baru yang sebenarnya taka sing dan tak ada bedanya saat dia aktif di dunia pergerakan mahasiswa.
“Karena dulu saya aktivis, jadi tak jauh saat menjadi anggota Dewan, tentang keorganisasian, tampil bicara di depan umum dan memperjuang hak rakyat, hanya bedanya sekarang bisa langsung berhadapan dengan eksekutif sehingga bisa lebih memiliki power untuk menyampaikan aspirasi rakyat disbanding dulu saat mahasiswa.” Cerita Nuh Fatah saat ditanya kesan jadi anggota DPR.
Menjadi anggota DPR bukanlah pekerjaan yang mudah, namun ini adalah amanah yang berat dan akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Sebagai seorang aleg yang duduk di Komisi I dengan bidang Hukum, Pemerintah, dan Perundang-undangan Nuh Fatah berkomitmen untuk memperjuangkan pelayanan public yang professional, cepat, dan memuaskan terutama di Kota Denpasar. Selain itu dia akan terus memperjuangkan apa apa yang menjadi  kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dan system birokrasi yang mudah.
Di sisi lain, pembinaan terhadap pemuda dan anak-anak harus terus diperhatikan dan ditingkatkan. Maka melalui DPR, Nuh Fatah juga akan memperjuangkan bagaimana pemerintah punya regulasi khusus tentang kebutuhan pemuda dan anak-anak.


Tahun Baru 2015 Momentum Bangun Kesalehan Personal dan Sosial


JAKARTA (31/12) - Momentum Tahun Baru 1 Januari 2015 yang jatuh pada hari Kamis hendaknya menjadi semangat baru membangun kesalehan personal dan sosial. Demikian pesan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Surahman Hidayat di Jakarta, Rabu (31/12).

Menurut Surahman, kuatnya sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kekuatan kepribadian individu masyarakatnya, serta sikap kepedulian antar sesama. "Pergantian tahun baru masehi seharusnya menjadi titik tolak kebangkitan dalam membangkitkan rasa kebanggaan, cinta, dan pengorbanan kepada Bangsa Indonesia," kata Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Di akhir tahun 2014 dan menjelang 2015, Bangsa Indonesia mengalami beberapa musibah. Salah satunya musibah Pesawat AirAsia QZ8501. Sudah seharusnya, lanjut Surahman, berbagai musibah itu menjadi catatan penting bagi seluruh warga negara, baik untuk memaknai solidaritas, maupun kepedulian antarsesama.
"Seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah, punya tugas untuk terus menumbuhkan dalam diri masyarakat Indonesia. Seperti rasa nasionalisme yang menghargai dinamika kemajemukan, Bhinneka Tunggal Ika, bela negara, semangat membangun bangsa, menjaga kebersamaan, persatuan, dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," tutup Surahman.
 
Manage by : Admin PKS Bali Copyright © 2013. Website Resmi PKS Bali - All Rights Reserved
Supported by Tepat Media Proudly powered by Blogger